PRABUMULIH, zonamerahnews.id – Ma’had Imam Al Albani yang berkedudukan di Kelurahan Tanjung Raman, Kota Prabumulih, menggelar kegiatan Mukhayyam Tarbawi atau Education Camp pada Jumat hingga Sabtu, 29–30 Mei 2026. Kegiatan yang berpusat di halaman ma’had ini mengusung tema “Membentuk Generasi Tangguh, Mandiri, dan Berakhlak Mulia”.

Acara tahunan ini diikuti oleh seluruh santri serta para tenaga pengajar (Ustadz/Ustadzah). Istilah Mukhayyam Tarbawi sendiri berasal dari bahasa Arab, yang merujuk pada kegiatan perkemahan yang dikolaborasikan dengan pendidikan karakter dan nilai-nilai ajaran Islam. Kegiatan semacam ini umumnya diselenggarakan oleh lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren, ma’had, atau sekolah terpadu, dengan tujuan mengasah kemandirian, menanamkan kedisiplinan, serta mempererat ukhuwah atau persaudaraan dalam suasana alam terbuka.
Didesain dengan pendekatan metode luar ruangan dan kepanduan Islam, Mukhayyam Tarbawi ini dirancang khusus untuk melatih keseimbangan fisik, mental, dan spiritual para santri. Selain sebagai sarana pembelajaran di luar kelas, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan nilai-nilai kemandirian, kedisiplinan, serta memperkokoh tali persaudaraan sesama umat Islam (Ukhuwwah Islamiyyah).
Dalam sambutannya menjelang pelaksanaan kegiatan, Pimpinan Ma’had Imam Al Albani, Ustadz Abdurrahman Al Amiry, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak. Secara khusus, ia mengucapkan terima kasih kepada Kalaksa BPBD Kota Prabumulih, Sriyono, SH beserta jajarannya, yang telah memfasilitasi peminjaman tenda posko sehingga persiapan hingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar sesuai rencana.
“Atas nama pimpinan dan seluruh keluarga besar Ma’had Imam Al Albani, saya sampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan dukungan yang diberikan. Khususnya kepada pihak BPBD Kota Prabumulih yang telah membantu menyediakan peminjaman tenda, sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik dan sesuai harapan,” ungkap Ustadz Abdurrahman.

Pada tahap awal persiapan kegiatan, para santri telah dibimbing untuk menguasai keterampilan dasar, mulai dari cara mendirikan tenda hingga kemampuan memasak secara mandiri di alam terbuka. Ustadz Abdurrahman menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aktivitas berkemah biasa, melainkan sarana pendidikan yang mendalam.
“Melalui Mukhayyam Tarbawi ini, kami bertekad melatih generasi yang memiliki fisik kuat, pikiran cerdas, serta ruhani yang bersih. Para santri dididik dan dibentuk agar kelak tumbuh menjadi pemimpin yang tangguh, berkarakter, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan sesama,” tegasnya.













