PRABUMULIH, zonamerahnews.id — Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Prabumulih kembali menggelar pertemuan rutin periode Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 8 Prabumulih, Kamis (27/8/2026), tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi, komunikasi, serta koordinasi antarkepala sekolah jenjang SMP/SLTP, baik negeri maupun swasta/sederajat.

Pertemuan rutin tersebut dibuka dan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih, A. Darmadi, S.Pd., M.Si. Kehadiran pimpinan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini sekaligus memberikan ruang bagi para kepala sekolah untuk melakukan koordinasi dan membahas berbagai perkembangan kebijakan serta persoalan yang dihadapi satuan pendidikan.

Forum MKKS tidak hanya menjadi agenda pertemuan rutin, tetapi juga menjadi wadah bertukar informasi, pengalaman, dan gagasan dalam rangka meningkatkan pengelolaan serta kualitas pendidikan di Kota Prabumulih.
Ketua MKKS Kota Prabumulih sekaligus tuan rumah kegiatan, Ricky Syahruddin, S.Ag., M.Si., menekankan pentingnya pertemuan rutin tersebut sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan membangun komunikasi serta koordinasi yang semakin solid di antara para kepala sekolah.

Menurutnya, sinergi antarsatuan pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam menghadapi berbagai dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang.
Sosialisasi Ekstrakurikuler Robotik
Salah satu agenda yang turut menarik perhatian dalam pertemuan MKKS kali ini adalah sosialisasi mengenai regulasi dan penerapan program ekstrakurikuler robotik pada satuan pendidikan.

Sosialisasi yang sebelumnya dijadwalkan disampaikan langsung oleh praktisi sekaligus mentor robotik, Angga Novlianta, S.T., M.T., akhirnya disampaikan oleh Fandri Heri Kusuma, C.PS., C.IJ., C.Neg., bersama Anja Rolanza, karena Angga Novlianta berhalangan hadir.
Dalam pemaparannya, Fandri Heri Kusuma mendorong agar kegiatan ekstrakurikuler robotik dapat dikembangkan dan diterapkan di sekolah-sekolah di Kota Prabumulih.
Ia menilai robotik tidak hanya dapat menjadi kegiatan tambahan bagi peserta didik, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah, teknologi, serta keterampilan inovasi siswa.

Fandri optimistis, apabila program tersebut mendapatkan dukungan yang kuat dari pihak sekolah dan orang tua, bukan tidak mungkin akan lahir siswa-siswi berprestasi dari Kota Prabumulih yang mampu mengharumkan nama daerah melalui kompetisi robotik.
“Saya berharap ekstrakurikuler robotik ini dapat dijalankan di setiap sekolah di Prabumulih. Saya yakin nantinya akan lahir siswa-siswi berprestasi di bidang robotik yang mampu mengikuti kompetisi mulai dari tingkat provinsi, nasional hingga internasional,” ujar Fandri.
Menurutnya, dukungan sekolah dan orang tua menjadi faktor penting dalam memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang teknologi.
Sementara itu, Anja Rolanza menyampaikan bahwa potensi pengembangan dunia robotik di Kota Prabumulih sangat terbuka. Menurutnya, perkembangan tersebut akan semakin pesat apabila mendapat dukungan dan keterlibatan dari seluruh unsur terkait.
Ia menilai kolaborasi antara sekolah, peserta didik, orang tua, mentor, serta berbagai pihak lainnya diperlukan agar program robotik tidak berhenti sebatas kegiatan ekstrakurikuler, tetapi dapat berkembang menjadi wadah pembinaan prestasi dan inovasi pelajar.
Pertemuan rutin MKKS Kota Prabumulih tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antarsatuan pendidikan sekaligus membuka ruang bagi lahirnya berbagai program inovatif yang dapat memberikan manfaat bagi peserta didik dan kemajuan dunia pendidikan di Kota Prabumulih.
(Fa)













