PRABUMULIH, zonamerahnews.id — Dewan Ambalan Pangeran Diponegoro dan Cut Nyak Dien pangkalan MAN 1 Prabumulih kembali melaksanakan latihan rutin kepramukaan, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan yang diikuti jajaran Dewan Ambalan dan anggota Pramuka Penegak tersebut tidak hanya diarahkan pada kegiatan teknis kepramukaan, tetapi lebih difokuskan pada penguatan sistem manajemen dan pengelolaan Dewan Ambalan, pencapaian target pengisian Syarat Kecakapan Umum (SKU) tingkat Penegak Bantara dan Penegak Laksana, sekaligus pengujian sejumlah poin SKU.
Dalam latihan tersebut, Pembina yang hadir sekaligus menyampaikan materi, Fandri Heri Kusuma, C.PS, C.IJ, C.Neg, memberikan pembekalan mengenai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gerakan Pramuka, sejarah kepramukaan, sistem manajemen dan pengelolaan Dewan Ambalan, serta melakukan pengujian terhadap beberapa poin SKU bagi Penegak Bantara dan Penegak Laksana.
Menurut Fandri, pemahaman terhadap AD/ART, sejarah kepramukaan dan tata kelola organisasi menjadi bagian penting yang harus dimiliki anggota Penegak, khususnya mereka yang dipercaya menjadi bagian dari Dewan Ambalan.
“Dewan Ambalan bukan hanya sekadar struktur kepengurusan, tetapi merupakan wadah pembelajaran kepemimpinan, tanggung jawab, pengambilan keputusan dan pengelolaan organisasi bagi anggota Pramuka Penegak,” ujar Fandri.
Ia berharap materi yang diberikan dapat menambah wawasan, pengertian dan pemahaman anggota, terutama jajaran Dewan Ambalan Pangeran Diponegoro dan Cut Nyak Dien, sehingga mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi secara lebih baik.
Fandri juga menekankan bahwa proses kenaikan tingkat dalam Pramuka tidak boleh dipandang hanya sebagai perubahan status atau tingkatan.
Menurutnya, pencapaian dari Calon Penegak menjadi Penegak Bantara, maupun dari Penegak Bantara menjadi Penegak Laksana, merupakan sebuah proses pendidikan yang harus diiringi dengan peningkatan kapasitas dan kompetensi anggota.
“Kenaikan tingkat bukan sekadar perubahan tanda atau tingkatan. Di dalamnya ada proses pembentukan karakter, peningkatan kemampuan, tanggung jawab dan kompetensi. Karena itu, setiap anggota harus benar-benar memahami makna dari proses yang sedang dijalani,” tegasnya.
Lebih lanjut, terkait pelaksanaan pengujian SKU, Fandri mengingatkan agar proses tersebut tidak dilakukan hanya sebagai kegiatan seremonial untuk memenuhi administrasi kenaikan tingkat.
Ia menilai setiap poin dalam SKU harus dipahami, dikuasai dan mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pengujian SKU jangan hanya menjadi kegiatan seremonial. Setiap poin yang diuji harus benar-benar dipahami dan menjadi bagian dari proses pendidikan. Di situlah nilai kedisiplinan, kemandirian dan pendewasaan mental anggota dibentuk,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan seorang Pramuka Penegak bukan semata-mata diukur dari seberapa cepat menyelesaikan SKU atau memperoleh tanda kecakapan, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai kepramukaan mampu diwujudkan dalam sikap, perilaku dan tanggung jawab sehari-hari.
Latihan rutin Dewan Ambalan Pangeran Diponegoro dan Cut Nyak Dien tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses berkelanjutan dalam membangun kualitas anggota Pramuka Penegak di pangkalan MAN 1 Prabumulih, khususnya dalam aspek kepemimpinan, organisasi, kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab.
Dengan demikian, keberadaan Dewan Ambalan tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan kepramukaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi lahirnya generasi muda yang memiliki kemampuan memimpin, mampu bekerja dalam organisasi dan memiliki karakter sesuai nilai-nilai Gerakan Pramuka.
#indonesiascoutjurnalist













