Example floating
Example floating
Banner
PRABUMULIH

Dinkes Prabumulih Bantah Telantarkan Fatimah, Sebut Sudah 40 Kali Dampingi Berobat Gratis

126
×

Dinkes Prabumulih Bantah Telantarkan Fatimah, Sebut Sudah 40 Kali Dampingi Berobat Gratis

Sebarkan artikel ini

PRABUMULIH, zonamerahnews.id – Dinas Kesehatan Kota Prabumulih memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai Ibu Fatimah, pasien cuci darah yang sebelumnya mengikuti program pendampingan rawat jalan lanjutan gratis ke Palembang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, Djoko Listyano, SKM., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada keluarga Ibu Fatimah yang selama ini telah memanfaatkan program tersebut.

Menurut Djoko, hingga saat ini Ibu Fatimah telah mendapatkan sekitar 40 kali pendampingan melalui program rawat jalan lanjutan gratis ke Palembang.

“Alhamdulillah, sampai saat ini sudah 40 kali pendampingan yang kami berikan kepada Ibu Fatimah melalui program tersebut,” ujar Djoko.

Ia menjelaskan, pada perjalanan sebelumnya Ibu Fatimah bersama 12 pasien cuci darah lainnya biasanya mendapatkan jadwal pada sesi kedua.

Namun, pada kejadian tersebut, Ibu Fatimah baru menyampaikan kepada tim bahwa dirinya mendapatkan jadwal cuci darah pada sesi ketiga, yang dimulai sekitar pukul 18.00 WIB dengan durasi tindakan kurang lebih lima jam.
Setelah mengetahui perubahan jadwal tersebut, tim Dinas Kesehatan kemudian menyampaikan kondisi itu kepada pasien-pasien lain yang telah selesai menjalani cuci darah.

Tim menanyakan kesediaan mereka untuk menunggu hingga Ibu Fatimah selesai menjalani tindakan, kemudian bersama-sama kembali ke Prabumulih sekitar pukul 21.00 WIB atau lebih.

Namun, beberapa pasien keberatan menunggu karena mengaku sudah merasa lemas dan kurang sehat setelah menjalani cuci darah.

Atas kondisi tersebut, tim akhirnya memutuskan untuk terlebih dahulu membawa pasien-pasien yang telah selesai menjalani cuci darah kembali ke Prabumulih.

Sebelum meninggalkan lokasi, menurut Djoko, Ibu Fatimah telah dititipkan kepada perawat di RSMH Palembang.

Tim juga menyampaikan bahwa setelah selesai menjalani cuci darah, Ibu Fatimah akan dijemput kembali menggunakan ambulans atau transportasi lainnya dengan tetap didampingi oleh tim.

“Jadi, pada prinsipnya Ibu Fatimah tidak pernah kami maksudkan untuk ditinggalkan atau ditelantarkan,” tegasnya.

Djoko mengatakan, seluruh pasien yang mengikuti program pendampingan tersebut tetap menjadi tanggung jawab pelayanan Dinas Kesehatan, baik pasien yang pulang bersama rombongan maupun pasien yang harus menyelesaikan pelayanan pada sesi berikutnya.

Dalam perkembangannya, Ibu Fatimah kemudian menyampaikan kondisi tersebut kepada anaknya, Bapak Sulaiman, yang juga merupakan Ketua Garda Prabowo Prabumulih.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, tim Dinas Kesehatan sebenarnya juga telah berupaya untuk menjemput Ibu Fatimah.
Namun, pada saat itu tim mendapatkan informasi bahwa Bapak Sulaiman akan menjemput sendiri ibunya.

Menurut Djoko, pada awalnya pihaknya memandang hal tersebut sebagai bentuk kerja sama yang baik antara keluarga pasien dan tim pendamping, terlebih pada saat bersamaan tim juga sedang menjalankan tugas untuk mendampingi pasien lainnya.

Namun, ia memahami bahwa kejadian tersebut kemudian menimbulkan persepsi berbeda setelah muncul pemberitaan mengenai adanya pasien yang disebut terlantar.

Dinas Kesehatan Kota Prabumulih pun menyampaikan permohonan maaf atas kejadian dan ketidaknyamanan yang dirasakan Ibu Fatimah dan keluarganya.

“Kami tidak ingin mencari siapa yang salah. Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana kejadian ini menjadi bahan evaluasi agar pelayanan kepada masyarakat ke depan semakin baik,” kata Djoko.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga Ibu Fatimah dan Garda Prabowo Prabumulih yang telah membantu memastikan Ibu Fatimah dapat kembali ke Prabumulih.

Djoko menjelaskan, program pendampingan pasien rawat jalan lanjutan ke Palembang merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Prabumulih dalam memberikan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan lanjutan di luar daerah.
Program tersebut lahir atas arahan dan komitmen Wali Kota serta Wakil Wali Kota Prabumulih.

Karena itu, Dinas Kesehatan akan terus berupaya menjaga sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan program tersebut.

“Bagi kami, keselamatan dan kenyamanan pasien adalah prioritas utama,” ujarnya.

Ke depan, Dinas Kesehatan akan melakukan evaluasi terhadap mekanisme pendampingan, khususnya bagi pasien yang mendapatkan jadwal pelayanan berbeda dari rombongan.
Evaluasi tersebut dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Di sisi lain, Djoko berharap Garda Prabowo Prabumulih juga dapat menghadirkan program-program sosial yang serupa untuk membantu masyarakat, khususnya masyarakat yang membutuhkan pendampingan dan pelayanan dalam bidang kesehatan.

“Semoga Garda Prabowo juga bisa membuat program seperti ini untuk membantu masyarakat,” harapnya.

“Kami berharap masyarakat tetap memberikan kepercayaan kepada Pemerintah Kota Prabumulih dan Dinas Kesehatan. Kami akan terus berbenah dan memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi seluruh masyarakat Kota Prabumulih,” pungkas Djoko.

Banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *