PRABUMULIH, zonamerahnews.id – Pemerintah Desa Karang Bindu tetap optimis menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan di tahun 2026 meskipun dihadapkan pada tantangan penurunan Dana Desa. Dengan total anggaran Dana Desa tahun ini sebesar Rp283.204.000, efisiensi dan ketepatan sasaran menjadi kunci utama pelaksanaan program kerja.
Kepala Desa Karang Bindu, Iin Saputra, mengakui bahwa pengelolaan keuangan tahun ini membutuhkan strategi yang lebih matang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, komitmen untuk memenuhi kebijakan prioritas nasional tidak dikesampingkan (3/4/2026).
“Memang tahun ini Dana Desa kita mengalami penurunan yang cukup signifikan. Namun, kami tetap berupaya agar program-program prioritas tetap berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Iin Saputra.
Dalam kondisi anggaran yang terbatas tersebut, Pemdes Karang Bindu tetap memastikan program-program strategis berjalan. Prioritas utama dialihkan untuk penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi 32 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), penanganan stunting, serta pengembangan inovasi Desa Digital.
Tak hanya bantuan sosial, sektor pembangunan fisik dan ekonomi juga tetap digarap. Salah satu program unggulan adalah pembukaan lahan seluas 25,5 hektare untuk mendukung ketahanan pangan dan ekonomi warga, serta pemasangan 10 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) guna meningkatkan keamanan lingkungan.
Selain Dana Desa, Anggaran Dana Desa (ADD) tetap dialokasikan untuk penghasilan tetap perangkat desa (siltap), operasional pemerintahan, serta dukungan terhadap lembaga-lembaga desa agar pelayanan publik tetap prima.
Iin Saputra menegaskan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan setiap rupiah yang digunakan agar tetap efektif.
“Kami akan tetap berusaha semaksimal mungkin agar seluruh program berjalan dengan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Desa Karang Bindu,” pungkasnya.
(Fa)














