Example floating
Example floating
PRABUMULIH

Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 Zona Merah Group Dukung Masa Depan yang Damai

121
×

Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 Zona Merah Group Dukung Masa Depan yang Damai

Sebarkan artikel ini

PRABUMULIH, zonamerahnews.id – Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day/WPFD) pada 3 Mei 2026 bukan sekadar seremoni tahunan. Di tengah berbagai tekanan terhadap media, momen ini justru menjadi alarm keras bagi dunia: kebebasan pers masih terus diuji.

Pimpinan Umum Zona Merah Group, Fandri Heri Kusuma, menegaskan bahwa kebebasan pers bukan hadiah, melainkan hak yang harus dijaga dan diperjuangkan.

“Pers yang dibungkam adalah awal runtuhnya demokrasi. Tanpa kebebasan pers, kebenaran akan dikendalikan, bahkan bisa dimanipulasi,” tegas Fandri.

Ia menyoroti bahwa masih banyak jurnalis di berbagai negara menghadapi intimidasi, kriminalisasi, hingga ancaman keselamatan saat menjalankan tugas.

Menurutnya, peringatan ini harus menjadi momentum evaluasi serius bagi pemerintah di seluruh dunia agar tidak menjadikan regulasi sebagai alat pembungkam.

“Hari Kebebasan Pers Sedunia berbeda dengan Hari Pers Nasional. Ini bukan soal seremoni atau solidaritas profesi semata, tapi soal hak asasi manusia, keselamatan jurnalis, dan keberanian menyuarakan kebenaran,” ujarnya.

Tahun ini, WPFD mengusung tema “Membentuk Masa Depan yang Damai” (Shaping a Future at Peace). Namun, Fandri mengingatkan bahwa perdamaian tidak akan pernah terwujud jika suara pers dibatasi.

“Media yang independen dan plural adalah benteng terakhir melawan disinformasi dan kekuasaan yang tidak terkendali,” katanya.

Konferensi global WPFD 2026 yang akan digelar di Lusaka, Zambia, pada 4–5 Mei, dinilai menjadi panggung penting untuk menguji komitmen dunia dalam melindungi kebebasan pers.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa peringatan ini harus dimaknai sebagai bentuk perlawanan terhadap segala bentuk tekanan terhadap media.

“Jangan sampai kebebasan pers hanya jadi slogan. Ketika jurnalis dibungkam, saat itu juga demokrasi sedang dikubur perlahan,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *