PRABUMULIH, zonamerahnews.id – Guna mewujudkan tertib administrasi serta mendukung transformasi digital data keanggotaan, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Prabumulih menggelar sosialisasi pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) Nasional bagi para pembina, pengurus gugus depan, dan seluruh anggota Gerakan Pramuka setempat. Kegiatan berlangsung di Gedung Kesenian Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih, pada Rabu (13/5/2026).

Kegiatan ini merupakan langkah tindak lanjut dari program Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, yang bertujuan membangun sistem pendataan keanggotaan yang akurat, terintegrasi, dan seragam di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua Kwarcab Kota Prabumulih, Hermanto, SH, menegaskan bahwa KTA Nasional versi terbaru ini bukan sekadar tanda pengenal, melainkan bukti sah keanggotaan yang berfungsi pula sebagai identitas digital resmi setiap anggota.
“KTA ini sangat penting untuk memvalidasi data anggota, mulai dari peserta didik hingga anggota dewasa, secara presisi dan terintegrasi dalam sistem digital,” ujar Hermanto.

Sebagai narasumber, hadir Tim Pendataan Potensi Kwarnas yang juga merupakan perwakilan Kwartir Daerah (Kwarda) Sumatera Selatan, Edi Irawan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa KTA Nasional ini dirancang untuk memudahkan proses pengenalan diri dan verifikasi keanggotaan di berbagai kegiatan kepramukaan. Pada jenis kartu tertentu, KTA ini juga dilengkapi fitur tambahan berupa layanan uang elektronik (e-money).
Selain memaparkan fungsi dan manfaat, sosialisasi juga menguraikan mekanisme pendataan, tata cara pengambilan foto mandiri sesuai standar, serta panduan penggunaan aplikasi Ayo Pramuka sebagai sarana utama mengakses dan menampilkan KTA secara digital. Diharapkan, penerapan KTA Nasional ini akan memperkuat basis data potensi anggota serta meningkatkan profesionalisme dan efektivitas pengelolaan administrasi kepramukaan di tingkat kwarcab.

Di kesempatan yang sama, Kwarcab Kota Prabumulih juga mensosialisasikan rencana pelaksanaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) tahun 2026. Program ini ditujukan untuk mencetak pembina yang berkualitas dan berkompeten, dengan total durasi pembelajaran mencapai 70 jam pelatihan.
Kegiatan rencananya akan digelar pada bulan Juni 2026, menjelang penyelenggaraan Jambore Nasional — di mana lokasi pelaksanaannya akan diinformasikan lebih lanjut. Materi pelatihan mencakup metode kepramukaan, teknik dasar kepramukaan (seperti tali-temali, pembuatan bivak, dan sandi Morse), serta manajemen pengelolaan kegiatan di gugus depan. Sasaran peserta meliputi para guru dan pembina Pramuka yang bertugas di pangkalan Gugus Depan, mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA dan sederajat se-Kota Prabumulih.
(Fa)
#indonesiascoutjurnalist













