MUARA ENIM, zonamerahnews.id – Dalam upaya membangun ketangguhan mental, jiwa kepemimpinan, kemandirian, serta kemampuan bekerja sama melalui kegiatan di alam terbuka, Pramuka Peduli melaksanakan kegiatan Camping and Wilderness Survival Training dengan mengusung tema “Building Resilience, Leadership and Teamwork Through Nature” atau membangun ketangguhan, kepemimpinan, dan kerja sama melalui alam.
Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Muara Lematang, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Jumat hingga Sabtu (16–17 Oktober 2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berkemah dan menikmati suasana alam terbuka, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi peserta untuk meningkatkan keterampilan kepramukaan, melatih kemampuan bertahan hidup di alam liar, serta membentuk karakter yang tangguh, mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pengisian Syarat Kecakapan Umum (SKU) bagi calon Pramuka Penegak Laksana. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan kepramukaan secara langsung melalui pengalaman di lapangan.
Selain itu, peserta juga mengikuti praktik memasak di alam terbuka atau jungle cooking, dengan memanfaatkan peralatan sederhana dan bahan-bahan yang tersedia. Praktik ini bertujuan melatih kreativitas, kecermatan, kemandirian, serta kemampuan mengelola kebutuhan konsumsi selama berada di alam terbuka.

Dalam sesi wilderness survival, peserta berlatih mengenali tantangan lingkungan, memanfaatkan peralatan seadanya secara bijak, menyusun strategi bertahan hidup, serta membangun kerja sama tim dalam menghadapi berbagai situasi di alam terbuka.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat membentuk pola pikir yang tangguh, kemampuan mengambil keputusan, serta kesiapan menghadapi kondisi yang tidak selalu sesuai dengan rencana. Peserta juga dilatih untuk mengutamakan keselamatan, menjaga kelestarian lingkungan, dan menggunakan sumber daya alam secara bertanggung jawab.

Kegiatan berkemah dan pelatihan bertahan hidup ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning, yakni proses belajar melalui praktik langsung, tantangan, pengamatan, dan evaluasi terhadap pengalaman yang dijalani.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pendidikan kepramukaan yang menekankan pembentukan karakter, pengembangan keterampilan, kedisiplinan, kepemimpinan, serta semangat gotong royong.
Melalui kegiatan Camping and Wilderness Survival Training, diharapkan calon Penegak Laksana tidak hanya mampu memenuhi kecakapan yang dipersyaratkan dalam SKU, tetapi juga dapat menerapkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.
Alam terbuka menjadi ruang belajar yang memberikan pengalaman berharga bahwa ketangguhan tidak hanya dibentuk oleh kemampuan fisik, tetapi juga oleh ketenangan berpikir, keberanian mengambil keputusan, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama dengan orang lain.

“Building Resilience, Leadership and Teamwork Through Nature” bukan sekadar slogan, melainkan semangat untuk membentuk generasi Pramuka yang tangguh, mandiri, peduli terhadap lingkungan, memiliki jiwa kepemimpinan, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan menjadi pengalaman edukatif yang memperkuat karakter peserta sekaligus meningkatkan keterampilan kepramukaan sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan, baik di alam terbuka maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
#prabumulihscoutjurnalist













