PRABUMULIH, zonamerahnews.id-Gerakan Pramuka saat ini harus berperan aktif sebagai kekuatan strategis dalam mendukung program ketahanan pangan Nasional, sejalan dengan program dan komitmen pemerintah untuk mencapai swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045.
Tulisan ini merupakan tulisan pertama dan salah satu dari inisiasi literasi seorang aktivis dan penggiat sosial yang aktif diberbagai kegiatan organisasi, pelatihan, pengembangan, dan sosial termasuk salah satunya aktif di Gerakan Pramuka pada Kwartir Cabang (Kwarcab) di Kota Prabumulih.

Fandri Heri Kusuma pria kelahiran Kota Prabumulih pada 28 Agustus 1975 ini telah mencoba merintis dan melakukan aksi nyata dalam program ketahanan pangan keluarga melalui gerakan menanam di pekarangan (urban farming) sekitar 6 bulan yang lalu.
Ide tersebut muncul disaat beberapa harga kebutuhan keluarga naik seperti cabe, bawang, sayuran, ikan dan lain-lain. Dengan memanfaatkan sedikit halaman rumah yang dimiliki Fandri memulainya dari menanam terong ungu, cabe, bawang, kacang panjang, kangkung, daun sop, kemangi, dan jenis tanaman lainnya yang sering menjadi kebutuhan sehari-hari.
Namanya juga baru merintis, sempat mengalami kegagalan pada budidaya beberapa jenis tanaman seperti bawang dan cabe. Tidak mudah memang tapi harus kita mulai ujarnya semangat.
Salah satu yang sedang dipersiapkan adalah budidaya ikan lele dengan menggunakan teknik “budikdamber” atau budidaya ikan dalam ember, ini juga salah satu upaya untuk menyiasati keterbatasan lahan yang kita miliki. Teknik budikdamber ini dapat dipadukan dengan menanam jenis sayuran salah satunya sayuran kangkung yang telah dimulai Fandri beberapa minggu yang lalu. Budikdamber ini merupakan karya dan ide kreatif dari seorang mahasiswa bernama Juli Nursandi dari Politeknik Universitas Negeri Lampung (Unila).

Dari sesuatu yang kecil ini, dan telah dimulai Fandri 6 bulan yang lalu, dia berharap dapat menginisiasi dan menularkan kepada Anggota Pramuka lainnya di lingkungan Kwarcab Kota Prabumulih walau hanya dilakukan di halaman rumah yang terbatas dengan modal yang tidak terlalu besar.
Tanggal 1 Oktober 1998, puluhan tahun yang lalu Gerakan Pramuka dengan dukungan dari 17 Kementerian yang berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Republik Indonesia telah menghadirkan Program Pramuka Peduli. Dimana Pramuka Peduli adalah bentuk kepedulian Pramuka dalam menghadapi situasi yang tidak menguntungkan bagi sebagian masyarakat Indonesia.
Fandri berharap melalui program Pramuka Peduli kita dapat memulainya dengan satu langkah kecil yang sederhana yaitu dengan memanfaatkan halaman rumah dengan melakukan budidaya tanaman maupun budidaya ikan sehingga hal tersebut dapat memberikan dampak yang positif bagi pemenuhan kebutuhan keluarga dalam skala kecil rumah tangga. Bayangkan jika untuk kebutuhan keluarga kita sudah tidak membeli lagi cabai, cung, kemangi, daun sop, kangkung, terong, kacang panjang hingga ikan lele, tentu sangat membantu guna memenuhi kebutuhan keluarga.
Bayangkan jika seluruh Anggota Pramuka di Kwarcab Kota Prabumulih melakukan gerakan ini secara bersama-sama (berjamaah), berkomitmen, konsisten (Istiqomah) dan berkelanjutan tentu akan sangat berdampak pada kehidupan keluarga besar Gerakan Pramuka di Kota Prabumulih kedepannya. (Fa)
#indonesiascoutjurnalist















