Example floating
Example floating
BeritaBerita Yogyakarta

BEM KM UPY Soroti Kasus Guru Dikeroyok Siswa di Jambi, Tegaskan Sekolah Harus Jadi Ruang Aman

92
×

BEM KM UPY Soroti Kasus Guru Dikeroyok Siswa di Jambi, Tegaskan Sekolah Harus Jadi Ruang Aman

Sebarkan artikel ini

YOGYAKARTA , Zonamerahnews.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (BEM KM UPY) mengangkat suara untuk menanggapi kasus pengeroyokan seorang guru oleh beberapa siswa di Jambi yang belakangan menjadi sorotan publik.

Peristiwa tersebut dinilai sebagai bentuk kekerasan yang mencederai nilai-nilai pendidikan dan menimbulkan kekhawatiran serius terkait keamanan lingkungan sekolah.

BEM KM UPY menegaskan bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi seluruh warga sekolah, baik guru maupun siswa.

Lingkungan pendidikan secara ideal harus menjadi tempat berkembangnya karakter, etika, serta nilai kemanusiaan, bukan menjadi ruang yang diwarnai tindakan kekerasan yang berpotensi merusak masa depan peserta didik dan tenaga pendidik.

Presiden Mahasiswa BEM KM UPY, Dedi Pamungkas, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait insiden tersebut.

Menurutnya, kasus kekerasan di lingkungan pendidikan tidak boleh dianggap remeh dan harus menjadi perhatian bersama semua pihak, karena berdampak luas tidak hanya bagi korban secara individu, tetapi juga pada integritas sistem pendidikan secara keseluruhan.

“Kami dari BEM KM UPY sangat prihatin atas terjadinya kekerasan di lingkungan pendidikan. Sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi guru dan siswa.

Meskipun penyelesaian secara kekeluargaan dapat menjadi opsi, namun hal tersebut tidak boleh mengorbankan prinsip keadilan, tanggung jawab, serta perlindungan yang layak bagi korban,” jelas Dedi Pamungkas.

Lebih lanjut, BEM KM UPY memandang bahwa dorongan penyelesaian secara kekeluargaan yang disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dapat dijadikan langkah awal untuk meredam konflik.

Namun demikian, pendekatan tersebut tidak boleh mengabaikan prinsip keadilan dan tanggung jawab atas tindakan yang telah terjadi.

Setiap pihak yang terlibat harus mendapatkan perlakuan yang adil, termasuk akses terhadap perlindungan hukum dan pendampingan yang komprehensif.

BEM KM UPY menilai bahwa kasus ini harus dijadikan momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek di lingkungan sekolah, mulai dari sistem pembinaan siswa, pola komunikasi antara guru dan siswa, hingga mekanisme penyelesaian konflik.

Lemahnya pengelolaan konflik berpotensi memicu eskalasi masalah yang berujung pada tindakan kekerasan.

Selain itu, BEM KM UPY mendorong agar pihak terkait menyediakan pendampingan psikologis bagi guru dan siswa yang terdampak langsung oleh peristiwa tersebut.

Pendampingan psikologis dinilai sangat penting untuk mencegah terjadinya trauma berkepanjangan serta memastikan bahwa proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan normal dan kondusif.

Menurut BEM KM UPY, guru sebagai tenaga pendidik memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan masa depan generasi bangsa.

Oleh karena itu, guru berhak mendapatkan perlindungan yang memadai serta rasa aman dalam menjalankan tugas profesionalnya.

Kekerasan terhadap guru, dalam bentuk apa pun, tidak boleh pernah dinormalisasi dan harus dicegah secara sistematis melalui berbagai langkah preventif.

BEM KM UPY mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor pendidikan mulai dari pihak sekolah, orang tua siswa, pemerintah daerah, hingga masyarakat luas untuk bekerja sama guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, humanis, dan berkeadilan.

Sinergi antar semua pihak dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

Sebagai bagian dari elemen mahasiswa dan masyarakat akademik, BEM KM UPY menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perkembangan isu-isu pendidikan di tanah air serta mendorong terciptanya sistem pendidikan nasional yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, dan rasa saling menghormati demi kemajuan generasi penerus bangsa.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *